Jumat, 20 Agustus 2021

jawa dan sumatra

Sore itu di embarau jeuleukat lhokseumawe.
Aku bersemayam diantara senja dan malam.
Sanubariku melukis sendirinya
tentang; rias wajahmu di tanah jawa
Yg lama tak ku tatap.

Aku tahu;
sumatra dan jawa adalah pemicu aku tak bisa mendekap engkau.
Namun Jarak tak akan mampu membunuh rindu.

Aku tahu; 
Sumatra dan jawa adalah penyulut kita tak bisa serempak.
Namun jarak tak akan mampu membunuh  rindu.

Hai nona manis ditanah jawa.
Tunggu saja aku di soekarno-hatta.

Akun yakin;
Garuda indonesia akan membawaku kesana untuk menemuimu kembali setelah pandemi ini usai. 

Aku tak ingin lagi berteriak rindu disini. 
Semoga aku bisa mendekap engkau dan kita bisa serempak.

semoga~


Reza Rolianda. 2021





Share:

0 komentar:

Posting Komentar